Pengobatan Klamidia yang Perlu Anda Ketahui

Pengobatan Klamidia yang Perlu Anda Ketahui

Orang yang suka bergonta-ganti pasangan rentan mengalami penyakit seksual menular seperti gonore, sifilis, HIV/AIDS, klamidia, dan lain-lain. Penting sekali untuk melakukan pencegahan dengan menggunakan pengaman saat berhubungan intim dengan pasangan. Bila Anda terkena gejala yang mengarah pada penyakit seksual menular seperti nyeri pada organ intim, pembengkakan pada vagina, penis mengeluarkan cairan nanah, dan lain-lain, segera lakukan pemeriksaan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kiat Melakukan Pengobatan Pada Klamidia

Pada pria dan wanita yang terkena klamidia, maka bisa mengalami gejala yang berbeda. Ada beberapa kasus wanita memerlukan pengobatan serius sebab penyakit ini tidak menunjukkan gejala. Berikut diagnosis dan pengobatan pada penderita penyakit infeksi bakteri Chlamydia yang harus Anda ketahui yaitu :

1.                 Melakukan tes skrining awal

Bila Anda memang melakukan hubungan seksual aktif sebelum usia 25 tahun, sebaiknya aktif melakukan tes skrining secara rutin. Tes skrining harus Anda jadwalkan di klinik kesehatan terdekat sesuai kesepakatan dengan dokter terkait.

Tes rutin bisa membantu Anda melakukan pemantauan organ reproduksi sejak awal sebab orang yang menderita penyakit seksual klamidia rentan alami hal yang sama setelah dinyatakan sembuh pun.

2.                 Tes urine

Pada pemeriksaan awal, Anda akan melakukan tes urine dengan pengambilan sampel di lebih dulu. Nantinya dokter akan melakukan pemeriksaan di laboratorium untuk mengetahui hasil tes negatif atau positif.

3.                 Tes swab

Tes swab dilakukan pada pasien pria dan wanita yang merasakan gejala penyakit seksual yang menular. Biasanya wanita yang menjalani tes swab akan diambil sampel cairan dari serviks, sedangkan sampel cairan pria dari uretra. Seks vagina, oral dan anal punya peluang menularkan penyakit yang sama sehingga ada beberapa kasus yang membuat dokter mengambil sampel dari cairan anus.

4.                 Proses pengobatan

Bila Anda sudah terdiagnosis menderita penyakit klamidia, maka dokter akan meresepkan obat antibiotik yang wajib dihabiskan selama 5-10 hari. Pemberian antibiotik bisa menyembuhkan penyakit, kecuali kasus Anda menderita resistensi antibiotik. Pemberian resep berbeda berlaku untuk wanita yang menderita penyakit ini selama masa kehamilan karena tertular dari suami yang suka hubungan intim sembarangan.

Proses pengobatan harus Anda lakukan untuk menghindari komplikasi penyakit seksual yang lebih parah, termasuk risiko mengalami masalah infertilitas. Pasien yang terkena infeksi bakteri ini tidak disarankan melakukan hubungan intim selama masa pengobatan, bahkan pasangan yang tidak menunjukkan gejala disarankan melakukan pengobatan yang sama.

Selain melakukan tahap pengobatan penyakit, sebaiknya Anda melakukan pola hidup sehat agar bisa meringankan gejala klamidia yang cukup menyakitkan seperti rasa nyeri, pembengkakan, rasa sakit saat hubungan intim, dan lain-lain. Selalu utamakan keselamatan diri Anda dan pasangan dengan memakai pengaman selama melakukan hubungan seksual hingga menjauhi perilaku seks yang berisiko. Hubungan seks yang baik bisa mendukung kesehatan Anda tanpa risiko terkena penyakit seksual menular, ya!